Sorot  

Rekaman Fee 20–35 Persen Proyek Irigasi di Takalar Beredar, Nama “OMA” Ikut Disebut

Rekaman Fee 20–35 Persen Proyek Irigasi di Takalar Beredar, Nama “OMA” Ikut Disebut
Ilustrasi

Sultengmedia.id– Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) yang bersumber dari APBN 2024 mencuat di Kabupaten Takalar.

Isu ini mengemuka setelah beredarnya sebuah rekaman suara yang diduga berisi pembicaraan terkait setoran fee proyek.

Dalam potongan rekaman yang beredar di masyarakat, terdengar percakapan yang menyebut adanya pungutan dari kelompok penerima program.

Dalam rekaman tersebut disebutkan adanya fee berkisar antara 20 hingga 35 persen yang diduga disetor kepada seseorang yang disebut dengan panggilan “OMA”.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pihak yang merekam percakapan tersebut maupun konteks lengkap dari rekaman yang beredar.

Meski demikian, rekaman itu memicu perbincangan di kalangan masyarakat, khususnya kelompok tani penerima program irigasi.

Selain rekaman suara, beredar pula informasi mengenai adanya sosok yang disebut berperan sebagai koordinator atau “ketua kelas”.

Sosok tersebut diduga bertugas mengatur sekaligus mengumpulkan setoran dari sejumlah kelompok penerima program P3A-TGAI di Kabupaten Takalar.

Beberapa sumber di masyarakat juga menyebut figur tersebut memiliki pengaruh dalam jaringan politik dan disebut-sebut merupakan seorang legislator di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Salah seorang tokoh masyarakat di Takalar menilai aparat penegak hukum perlu menelusuri isi rekaman tersebut apabila terbukti valid.

“Kalau isi rekaman itu benar, maka aparat penegak hukum tidak boleh berhenti pada satu orang saja. Semua pihak yang diduga terlibat perlu diperiksa agar persoalan ini terang,” ujarnya. Rabu (18/3/2026)

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut dalam rekaman maupun sosok legislator yang dikaitkan dengan isu tersebut masih dalam upaya dimintai konfirmasi untuk memperoleh klarifikasi resmi.

Sebagai informasi, program P3A-TGAI merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan tata kelola jaringan irigasi melalui pemberdayaan kelompok tani, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *